being a woman
Hello,
So, I'm a female. OBVIOUSLY! and here's a life of a woman from Vanna's Point of View.
Generally, masyarakat menautkan harapan yang besar terhadap seorang wanita. Seorang wanita harus bisa meng-handle urusan dapur, sumur, and kamar. Namun dengan semakin majunya zaman, wanita diharapkan untuk dapat meng-handle urusan dapur, sumur, kamar, runway dan KANTOR.
Baikkah seperti itu?
1. Dapur
Wanita diharapkan dapat mengurus keluarga dalam berbagai hal, salah satunya memasak. Tidak sedikit orang-orang berkata:
"jadi cewek harus bisa masak. masa mau suaminya nanti jajan diluar?",
"kalau mau gaet cowok tuh bisa di mulai dari perutnya",
"mana ada cowok yang mau sama cewek ga bisa masak",
kira-kira begitu lah kalimat yang sering gw dengar.
Sebenarnya hal tersebut tidaklah salah. Yang salah adalah tujuannya. In my humble opinion, memasak adalah salah satu basic skill untuk bertahan hidup. Syukurlah jika diberikan rezeki lebih untuk memesan cathering atau membeli makanan diluar setiap hari. Tapi, kalau lagi bokek? Mending masak Mie Goreng, sih.
2. Sumur
Selain memasak, wanita diharapkan untuk mempunyai kemampuan untuk membersihkan sesuatu. Hal ini juga tidak salah. Kebersihan adalah sebagian dari iman. Namun, jika hanya wanita yang diwajibkan untuk dapat membersihkan sesuatu hal itulah yang salah. Regardless their gender, semua orang diwajibkan untuk membersihkan dan atau menjaga kebersihan diri sendiri dan lingkungan sekitar agar tetap sehat dan indah untuk dipandang.
3. Kamar
Diumur yang sudah memasuki "waktunya menikah", wanita diharapkan untuk melayani suaminya mau dalam kondisi apapun. Ya, kondisi apapun. Kenapa? inilah jawaban orang-orang yang gw tanya:
"ya, biar lakinya ga selingkuh",
"ya harus dong. kan kewajiban istri",
"secara kasarnya kan lo udah dimilikin sama suami lo. ya harus mau lah".
Sekali lagi, ini tidak salah. Tetapi, gw tidak setuju dengan "melayani dalam kondisi apapun". Menurut gw, jika seseorang merasa tidak nyaman dengan suatu hal, ada baiknya jika tidak dipaksakan karena dapat menyebabkan trauma baik secara fisik maupun psikis.
4. Runway
Runway? Kenapa runway? Dewasa ini, wanita diminta (atau bahkan dituntut) untuk terlihat menarik seperti model-model runway disetiap saat baik di luar rumah ataupun di dalam rumah. Hal-hal yang sering menjadi pemasalahan adalah: badan yang berubah bentuk, wajah yang tidak lagi glowing, shimering, splendid, dan baju yang tak lagi enak dipandang.
Hal ini sebenarnya sangat mudah untuk didapatkan jika ada modalnya. Untuk sebagian wanita yang belum menikah hal ini sangatlah mudah karena belum memiliki tanggungan dan memiliki penghasilan. Namun untuk wanita yang sudah menikah dan memiliki anak, hal ini lumayan susah untuk dilakukan karena banyak wanita yang memutuskan tidak bekerja dan lebih mementingkan anak dan keluarga daripada dirinya sendiri. Jadi, mangat ya guys!
Gw termasuk orang yang mementingkan penampilan tapi, tujuan gw untuk menyenangkan diri sendiri. Bukan untuk menjaga pasangan gw agar tidak selingkuh.
5. Kantor
Seiring dengan berjalannya waktu, banyak wanita yang bekerja dan bahkan menjadi tulang punggung keluarga. Wanita diharapkan untuk dapat membantu keuangan keluarga.
Terus masalahnya dimana?
Masalahnya di-mindset. Jika dalam benak seseorang bahwa wanita harus bisa melakukan segala hal hanya untuk mempertahankan dan menyenangkan pasangan, menurut gw itu salah besar. Kenapa? karena menurut gw, jika seorang ingin pergi, mereka akan pergi. Tidak perduli jika lo secantik Gigi Hadid, sebaik istri-istri disinetron azab, dan sesukses Oprah Winfrey, jika pasangan lo sudah berniat untuk pergi atau bermain dibelakang, they WILL likely do that.
Tapi, jika dengan menjadi baik dalam segala hal dengan tujuan untuk menjadi pribadi yang baik, you go girl!
Menurut gw, segala hal yang lo lakukan dari dan untuk diri lo sendiri itu akan stay till the day that you die. There will be no regret of doing things that makes you happy.
But, that's just my point of view.
Comments
Post a Comment