how i met my boyfriend
Hello,
I love the story of my love life. Here's the story of my love life from Vanna's Point of View.
So, I have a boyfriend and let's call him Koko. Koko and I met in 2015. We're enrolled on the same campus. We had some classes together; however, we did not notice each other until 2017.
In 2017, we joined the Student's Union 2017-2018. We worked together and sepertinya hanya itu yang gw ingat. Never really paid attention to his existence. Until we had this theatre project. Gw ditugaskan untuk do his make up pada saat gladi resik. Tidak ada yang benar-benar terjadi. Later, we took some pictures together and that's it.
Our story started in 2018. Koko dan gw adalah calon kandidat ketua HIMA 2018. He won, of course. Koko adalah tipe orang yang sweet, humoris, baik, law-abiding citizen, dan hidupnya tertata. On the other hand, gw tipe orang yang terlihat jutek, tidak peka, dan berjiwa bebas. Intinya, reputasi Koko lebih baik daripada reputasi gw dimata teman-teman mahasiswa yang lain. Sejujurnya, gw pribadi tidak siap untuk menanggung tanggung jawab sebesar itu dan gw bersyukur Koko won the election. Then, he offered me to be his Vice. Didasarkan oleh alasan yang hanya dia yang tau, I accepted his offer.
Kami banyak menghabiskan waktu bersama tapi hanya sebatas teman biasa karena Koko dan gw sama-sama lagi dekat dengan orang lain. Bukan pacar, tapi lebih ke arah PDKT-an. Sama-sama tahu dimana memposisikan diri saja.
AT FIRST...
Disemester tersebut, gw dan Koko memiliki proyek untuk membuat film untuk menyelesaikan tugas Film Studies. Dikarenakan peran gw, gw harus diikat di kursi agar terlihat seperti disekap. Salah satu orang yang bertugas untuk mengikat gw dikursi adalah Koko. Disana, kami mulai semakin dekat dan nyaman terhadap satu dan yang lain karena bahasa kasih kami berdua adalah physical touch.
Ada satu kejadian lucu saat shooting. PDKT-an Koko was jealous of me (Note: pada saat itu, gw belum ada rasa suka sedikitpun dan begitu juga Koko). Hari itu Koko membawa dua buah helm dimotornya untuk mengantar adiknya kesekolah. Wanita yang didekati oleh Koko ini mengira helm yang dibawakannya digunakan untuk mengantarkan gw pulang.
Terbakar api cemburu, dia menyiramkan kuah baso tahu dijok belakang motor Koko dengan alasan "itu jok aku". At that moment when I saw Koko cleaned his motorcycle, gw merasa iba dan turut sedih. Karena gw tahu Koko sayang sekali dengan motornya. Tapi semenjak gw tahu alasan wanita itu, I considered it as hilarious and stupid. Pada nyatanya, gw juga masih diantar jemput oleh lelaki lain.
PICK UP...
Selain proyek Film Studies, kami juga mengambil kelas yang sama yaitu Thematic. Dikelas tersebut, kami diwajibkan untuk membuat iklan. Koko berkelompok dengan teman-teman gw (The Trio Unggas) sedangkan gw berkelompok dengan seorang teman gw yang lain.
Kelompok Koko meminta bantuan gw untuk merekamkan video kasar mereka untuk tugas Thematic. Gw menjawab dengan bercanda:
"Jemput gw. Sabtu males keluar sendiri"
Tetapi Koko mengiyakan omongan gw. Jadi pada hari Sabtu, dia datang kerumah gw untuk menjemput gw. Disini, gw mulai merasa bahwa Koko menyukai gw karena teman-teman gw pasti tahu, tanpa dijemput gw juga akan datang layaknya jelangkung.
Setelah shooting, Koko mengantuk dan tidur dipangkuan gw. He held my hands and sleep soundly. It gave me this warm and fuzzy feeling. Gw tersadar bahwa hal tersebut tidaklah benar dan mulai merasa bersalah. Gw merasa tidak nyaman dengan situasi tersebut dan pada akhirnya gw sedikit menjauh tapi cukup susah untuk menghindari orang yang gw temui nyaris setiap harinya.
FIRST DATE...
Pada suatu hari, Koko dan gw sedang merasa stress dengan tugas kuliah dan kewajiban yang lainnya. Kami berencana untuk mencari sedikit hiburan dengan pergi ke Lembang, our happy place. Ternyata, kami mempunyai kesukaan yang sama yaitu makan indomie di Lembang.
Secara tidak langsung bisa dikatakan bahwa we had our "first date", it was kinda awkward. Kok awkward? ya karena walaupun sering menghabiskan waktu bersama, kami tidak pernah benar-benar berdua. Banyak teman-teman yang biasanya tag along with us.
Sebelum berangkat, dia mengeluarkan satu jaket untuk gw (gw jarang bawa jaket ke kampus). I thought, "Wow! He's so toughtful". It was kinda sweet to be honest. Kami berangkat sepulang kampus ke Lembang dan memesan beberapa makanan dan minuman.
Pada awalnya karena berasa aneh dan canggung, kami menelfon salah seorang teman kami untuk mennncairkan suasana. Namun, akhirnya kami menjadi terbiasa berdua dan mengobrol hingga matahari terbenam. Lalu, kami memutuskan untuk pulang dan Koko mengantarkan gw sampai ke depan rumah.
THE END...
Waktu berlalu, banyak acara yang kami hadiri sebagai ketua dan wakil yang membuat kami semakin dekat. I decided to end my PDKT-an dengan lelaki lain karena gw sudah merasa tidak nyaman dengan hubungan gw waktu itu.
I know what you're thinking but, NO. I ended my PDKT-an because I felt nothing towards him. Gw merasa ilfeel dengan sikap PDKT-an gw dan didukung dengan situasi dimana nyokap gw selalu menyuruh gw pulang lebih cepat ketika sedang bersama dengan dia. I conclude that my mom doesn't like him and he's not the one for me.
It brought me closer to Koko.
Apparently, so does Koko. I don't really know how and when he ended his relationship but, that's not my place to ask such a question.
MAMMA MIA...
Disaat liburan akhir semester, gw ditawarkan untuk berperan menjadi Dona Sheridan dalam sebuat drama tahunan. Koko menawarkan diri untuk menemani gw ke kampus dan di ruangan theatre kami banyak berbicara dan berinteraksi. He was so sweet. He brought me a mini fan, prepared my script, and gave me my drink.
He supported me by attending the show in the VIP row even though, he already saw me like 3000 times doing my lines. I really like that and appreciate his effort.
After the show, Koko and I took some pictures and had dinner together.
COFFEE...
We like coffee so much. Bosan ngopi, gabut ngopi, pusing ngopi, santai ngopi, ada waktu luang ngopi. That's our favourite activity. Coffee starts lots of things. Dengan ngopi, kami dapat bertukar cerita, bercanda, dan mengetahui karakter masing-masing.
I still remember his order: Venti Americano on the rock with 3 sachets of brown sugar and 2 sachets of white sugar.
Hingga akhirnya, Puji Tuhan, Koko mendapatkan kesempatan untuk membuka Coffee Shop-nya sendiri. Namanya Inite Kopi di Jl. Kemuning No. 8A, Bandung. Untuk yang baca, boleh mampir kesana. Maaf ngiklan.
GRADUATION...
Setelah melewati stressnya skripsi, deg-degannya sidang, dan segala persyaratan untuk mengikuti wisuda, akhirnya kami mendapatkan ijazah kami dan memakai toga pada tahun 2019. Ketika wisuda, gw dan Koko puji Tuhannya sudah bekerja dan memiliki penghasilan. It seems like the universe agree with my our relationship.
Sadly when D-day came, my parents couldn't attend my graduation. I was so sad and Koko comforted me. He said, "Everything is going to be okay". Fortunately pada saat wisuda, keluarga Koko hadir dan sangatlah baik. They welcomed me and my brother like we were part of their family.
We had dinner and took some pictures together.
IT'S OFFICIAL...
Apakah lo berfikir bahwa gw sudah resmi berpacaran dengan Koko selama ini? BELUM.
Pada tanggal 29 February 2020, Koko, two of our friends, and I had dinner together. It was like a double date. He asked me to be his girlfriend there. and I said, "Sure! Let's do this!".
That was long! haha...
If you are wondering about the ring, I'll explain it later.
Thank you for reading!
Comments
Post a Comment